KamiBijak.com, Berita – Rasa haru dan ketabahan mewarnai gelaran pameran bursa kerja "Karir Jakarta Expo 2026" di Gedung Smesco, Jakarta Selatan. Di tengah ribuan pencari kerja yang memadati lokasi acara, Ami Zuhalmi (50) dengan setia mendampingi dan mendorong kursi roda putri semata wayangnya, Amelia Zuhalmi (24), mengelilingi stan demi stan perusahaan demi memperjuangkan kesempatan kerja yang setara.
Amelia merupakan lulusan S1 Ilmu Komunikasi Universitas Dian Nusantara tahun 2024 yang menjadi penyandang disabilitas fisik sejak lahir. Meski memiliki keterbatasan mobilitas dan mengandalkan kursi roda untuk beraktivitas harian, Amelia memiliki rekam jejak pengalaman kerja yang cukup solid. Ia pernah menjalani program magang di Radio Republik Indonesia (RRI) serta sempat bekerja di Bank DBS.
Minat dan keahlian Amelia berfokus pada bidang komunikasi, khususnya kepenulisan, pembuatan konten podcast, serta impian besar untuk kariernya menjadi seorang penyiar radio. Namun, perjalanan untuk mendapatkan pekerjaan tetap berpenghasilan pasti selepas lulus kuliah masih dihadapkan pada jalan yang terjal. Amelia mengaku telah mengirimkan lebih dari sepuluh lamaran kerja ke berbagai perusahaan dan mengikuti beberapa kali sesi wawancara, tetapi belum kunjung membuahkan hasil.
Karena keterbatasan, enggak semua perusahaan mau menerima yang disabilitas. Jadi masih agak-agak sulit. Ada sebenarnya rasa minder, cuma balik lagi, kalau minder terus enggak maju-maju,
ujar Amelia tegar saat ditemui di lokasi bursa kerja, Kamis (22/10/2026).
Harapan Aksesibilitas dan Informasi Lowongan Kerja yang Inklusif
Kehadiran ayah dan anak yang berangkat dari kawasan Tanjung Duren menggunakan moda transportasi bus Transjakarta ini didasari oleh keinginan kuat agar Amelia dapat berdiri di atas kaki sendiri dan memiliki masa depan yang mandiri secara finansial. Sang ayah, Ami, tak kuasa menahan air mata saat menyuarakan harapannya agar dunia kerja memberikan ruang terbuka yang adil bagi penyandang disabilitas.
Baca juga:
Ami mengungkapkan bahwa dirinya sempat kebingungan saat mencari informasi spesifik mengenai perusahaan mana saja yang membuka lowongan kerja ramah difabel, khususnya yang sesuai dengan latar belakang pendidikan ilmu komunikasi milik putrinya.
Tadi saya sudah tanya, sebenarnya khusus untuk difabel itu ada enggak? Katanya bisa semuanya, cuma kita enggak tahu yang mana. Kalau bisa untuk difabel, ya bukan minta dikhususin. Harus ada peluangnyalah, biar enggak kalah sama yang normal,
ungkap Ami penuh haru.
Selain kendala ketidakjelasan informasi kriteria lowongan, hambatan teknis seperti gangguan jaringan internet saat memindai kode batang pendaftaran di stan perusahaan ritel juga turut menyulitkan langkah mereka di lokasi acara.
Pentingnya Komitmen dan Pengawasan Kuota Kerja Disabilitas
Gelaran Karir Jakarta Expo dan Tenaga Kerja Mandiri (TKM) Expo 2026 yang diinisiasi oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta ini sebenarnya menyediakan 12.000 lowongan kerja dari 105 perusahaan. Pemprov DKI Jakarta menargetkan penyaluran tenaga kerja secara adil, termasuk bagi warga difabel usia produktif demi menekan tingkat pengangguran terbuka.
Kendati demikian, realita yang dihadapi Amelia dan ayahnya menegaskan bahwa kuota lowongan kerja bagi penyandang disabilitas tidak boleh hanya berhenti sebagai aturan di atas kertas semata. Pengawasan ketat terhadap implementasi kuota tenaga kerja disabilitas di sektor swasta serta penyediaan sistem rekrutmen yang ramah aksesibilitas menjadi kunci utama.
Harapannya ke depan, semoga beberapa perusahaan menyediakan khusus disabilitas dan bisa menerima pekerja disabilitas,
tutur Amelia menyampaikan harapannya.
Penyandang disabilitas tidak sedang meminta belas kasihan, melainkan menuntut hak konstitusional untuk bekerja, mandiri, dan hidup bermartabat. Dunia usaha dan pemerintah diharapkan dapat terus bersinergi menciptakan iklim kerja yang benar-benar inklusif bagi seluruh anak bangsa. (Fania/Magang)
Sumber: ANTARA
