Berita

Cuaca Ekstrem Terjang Bali, Kawasan Wisata Ubud Terendam Banjir

Hujan deras dan angin kencang sebabkan banjir di Ubud, Bali. Sejumlah jalan tergenang dan 17 penerbangan sempat terdampak cuaca ekstrem.

KamiBijak.com, Berita - Cuaca ekstrem yang melanda Bali dalam beberapa hari terakhir berdampak signifikan terhadap sejumlah wilayah, termasuk kawasan wisata Ubud, Kabupaten Gianyar. Hujan deras yang disertai angin kencang sejak Kamis (18/12/2025) menyebabkan banjir di sejumlah titik dan mengganggu aktivitas masyarakat serta wisatawan.

 

Berdasarkan laporan Tribunnews pada 18 Desember 2025, genangan air merendam jalur utama menuju kawasan Ubud, salah satunya Jalan Desa Lodtunduh. Kondisi tersebut mengakibatkan beberapa kendaraan mengalami mogok di tengah jalan. Tidak hanya di jalur utama, banjir juga melanda sejumlah ruas jalan kecil seperti Jalan Sandat dan Jalan Sri Wedari. Di kawasan tersebut, ketinggian air dilaporkan mencapai betis orang dewasa.

 

Situasi ini memaksa para pengendara untuk berhenti dan menepi, sehingga menyebabkan kemacetan di beberapa titik. Selain banjir, bencana tanah longsor juga dilaporkan terjadi di sejumlah lokasi di wilayah Gianyar akibat intensitas hujan yang tinggi. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat masih melakukan pendataan dampak bencana dan terus mengimbau masyarakat serta wisatawan agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir lanjutan.

 

Dampak cuaca ekstrem tidak hanya dirasakan di darat, tetapi juga sempat memengaruhi aktivitas penerbangan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. Kepala Divisi Komunikasi dan Legal Bandara I Gusti Ngurah Rai, Gede Eka Sandi Asmadi, membenarkan bahwa operasional penerbangan sempat terganggu akibat kondisi cuaca. Namun, ia memastikan bahwa situasi kini telah kembali normal seiring membaiknya cuaca. Ia juga menegaskan bahwa akses lalu lintas menuju bandara terpantau aman dan tidak terdampak banjir.

 

Sementara itu, General Manager Bandara I Gusti Ngurah Rai, Ahmad Syaugi Shahab, menjelaskan bahwa terdapat 17 penerbangan menuju Bali yang terdampak. Dari jumlah tersebut, 13 pesawat sempat melakukan holding di udara sebelum akhirnya mendarat dengan selamat. Satu penerbangan terpaksa kembali ke bandara asal, sementara tiga penerbangan lainnya dialihkan ke Bandara Lombok. Gangguan ini disebabkan jarak pandang yang sempat menurun hingga di bawah 500 meter. Sekitar pukul 14.28 WITA, jarak pandang kembali membaik menjadi 800 meter, sehingga operasional penerbangan dapat dilanjutkan.

 

Sebelumnya, BPBD Bali juga mencatat bahwa sejak 11 Desember 2025, sebanyak lima dari sembilan kabupaten/kota di Bali telah terdampak banjir akibat bibit Siklon 93S, dengan kejadian tersebar di Karangasem, Denpasar, Badung, Gianyar, dan Jembrana. (Keisha/MG)

Sumber : Kompas