Berita

Catat Tanggalnya! Pemprov DKI akan Gelar Perayaan Imlek di Bundaran HI

Pemprov DKI menggelar perayaan Imlek di Bundaran HI pada 13–17 Februari 2026 dengan berbagai atraksi budaya untuk menarik wisatawan.

KamiBijak.com, Berita - Rangkaian perayaan Imlek yang digelar pada 13–17 Februari 2026 di Jakarta dinilai menjadi momentum penting untuk menguatkan pariwisata urban sekaligus menggerakkan perekonomian ibu kota. Rano menyebut kegiatan ini bukan sekadar perayaan budaya, tetapi juga strategi untuk menarik kunjungan wisatawan dan meningkatkan aktivitas ekonomi di pusat kota.

 

Menurutnya, kawasan Bundaran HI merupakan salah satu etalase Jakarta yang memiliki daya tarik tinggi bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. Dengan menghadirkan perayaan yang meriah namun tetap ramah bagi mobilitas warga, pemerintah berharap pusat kota tetap hidup dan produktif selama rangkaian acara berlangsung.

 

Rano mencontohkan tingginya tingkat hunian hotel di sekitar Bundaran HI saat libur Natal dan Tahun Baru sebagai indikator nyata peningkatan aktivitas ekonomi. Hampir seluruh hotel di kawasan tersebut dilaporkan penuh, menandakan tingginya minat masyarakat untuk berkunjung dan menghabiskan waktu di Jakarta.

 

“Tidak bisa dipungkiri teman-teman, kemarin Natal, Tahun Baru, seluruh okupasi hotel di sekitar sini hampir 100 persen. Itu menandakan bahwa ekonomi Jakarta bergerak naik,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa tingginya okupansi hotel tidak hanya berdampak pada sektor perhotelan, tetapi juga menggerakkan sektor lain seperti kuliner, transportasi, hingga pusat perbelanjaan. Perputaran ekonomi yang terjadi selama periode liburan dinilai memberikan efek berantai yang positif bagi pelaku usaha.

 

Wagub DKI Rano Karno memantau persiapan imlek (foto : Kompas)

 

Lebih lanjut, Rano memastikan bahwa selama pelaksanaan festival Imlek pada 13–17 Februari 2026 tidak akan ada penutupan jalan maupun penerapan car free night di kawasan Bundaran HI. Kebijakan ini diambil untuk menjaga keseimbangan antara kemeriahan acara dan kelancaran lalu lintas, mengingat kawasan tersebut merupakan salah satu titik vital ibu kota.

“Kita nggak tutup jalan karena memang ini bagian dari Jakarta yang harus hidup. Artinya kegiatan malam akan dinikmati sama seperti waktu kita Christmas,” katanya.

 

Dengan tidak adanya penutupan jalan, masyarakat tetap dapat beraktivitas seperti biasa, sementara pengunjung dapat menikmati suasana perayaan tanpa hambatan mobilitas. Pendekatan ini diharapkan menciptakan pengalaman kota yang inklusif, di mana kegiatan budaya dan aktivitas ekonomi dapat berjalan berdampingan.

 

Rano juga menegaskan bahwa menjaga kehidupan malam di pusat kota merupakan bagian dari upaya menjadikan Jakarta sebagai kota global yang dinamis. Perayaan yang berlangsung tanpa mengganggu arus lalu lintas dinilai mencerminkan kesiapan Jakarta dalam mengelola event berskala besar dengan tetap mengutamakan kenyamanan warga.

 

Melalui perayaan Imlek ini, Pemprov DKI berharap citra Jakarta sebagai destinasi wisata perkotaan semakin kuat. Selain menghadirkan hiburan dan ruang interaksi budaya, kegiatan ini juga diharapkan mampu memperkuat kepercayaan pelaku usaha dan investor terhadap stabilitas serta pertumbuhan ekonomi Jakarta. (Keisha/MG)

 

Sumber : Merdeka