Hiburan

AI Bisa Tebak Jodohmu? Begini Cara Teknologi Jadi “Cupid” di Era Digital!

AI kini bantu cari jodoh lewat analisis kepribadian dan kebiasaan. Tapi bisakah ia ganti cinta sejati?

KamiBijak.com, Hiburan - Kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) kini bukan hanya membantu memilih lagu atau skincare, tapi juga ikut campur dalam urusan cinta. Pertanyaannya, mampukah algoritma menggantikan getaran hati manusia?

Dunia kencan modern sudah cukup rumit: bad date, orang yang “tak mau serius”, hingga ghosting berkali-kali. Setiap kali kamu merasa paham aturan mainnya, aplikasi kencan justru berubah lagi. Namun, kini muncul tren baru, memanfaatkan AI untuk mencari pasangan yang cocok bukan hanya dari foto dan bio lucu, tapi juga dari kepribadian, kebiasaan, hingga nilai hidup.

Dari Playlist ke Pasangan Hidup

Kita sudah terbiasa mempercayakan banyak hal pada algoritma, dari tontonan Netflix hingga lagu di Spotify. Jadi, mengapa tidak menyerahkan urusan cinta pada teknologi juga? Evolusi cara manusia mencari pasangan pun terus berjalan: dari masa Facebook poke dan Tinder swipe ke era AI yang lebih personal.

Kini, berbagai platform kencan mengandalkan AI untuk menciptakan “kecocokan digital”. Ada yang menilai compatibility, membuat opening line terbaik, bahkan memilihkan pasangan berdasarkan analisis kepribadianmu. Pertanyaannya bukan lagi apakah AI akan memengaruhi kisah cintamu, melainkan seberapa besar kamu mempercayainya.

 

AI dan Gen Z: Pasangan Serasi Dunia Digital

Bagi Gen Z, hidup dengan algoritma sudah hal biasa. Netflix tahu selera tontonanmu, Spotify menebak mood lewat lagu, dan Instagram memahami gaya hidupmu. Jadi, konsep “AI matchmaker” terasa alami.

Beberapa aplikasi kencan pun berinovasi. Tinder menggunakan AI untuk memilih foto terbaikmu, Bumble memblokir gambar tak pantas otomatis, dan Hinge menguji fitur rekomendasi berbasis AI. Bahkan aplikasi baru seperti Iris dan Teaser AI memungkinkan pengguna mengenal calon pasangan lewat versi AI mereka lebih dulu.

AI kini tak sekadar menilai penampilan, tapi juga memahami cara berpikir dan berkomunikasi, layaknya sahabat yang tahu kamu suka “tipe golden retriever energy guy” tanpa harus diberi tahu.

Ilustrasi Aplikasi Kencan. (Foto : Dok. Shutterstock)

 

Kelebihan dan Risiko “Cupid Digital”

AI membantu menyaring ribuan profil agar kamu tak kelelahan mencari yang cocok. Ia juga menambah keamanan dengan memblokir akun palsu dan mendeteksi pelecehan. Tapi, cinta tetap bukan rumus. Rasa deg-degan dan kejutan manis tak bisa diprogram.

Terlalu percaya algoritma juga berisiko. Apakah kamu akan menutup mata pada tanda bahaya hanya karena sistem bilang kalian “96% cocok”?

 

Privasi dan Batasan

Untuk mengenalmu, AI butuh data pribadi: pesan, preferensi, hingga emosi. Tidak semua orang nyaman membagikannya, dan itu sepenuhnya wajar.

AI memang bisa jadi wingman digital yang efisien, aman, dan cerdas. Namun, cinta sejati tetap urusan manusia yang tak bisa diukur oleh data, dan tak bisa digantikan algoritma.

Jadi, apakah kamu siap membiarkan AI memilih jodohmu? Dunia boleh berubah, tapi rasa cinta masih tetap misteri. (Restu)

 

Sumber : Cosmopolitan Indonesia