Berita

BMKG Jelaskan Penyebab Hujan Intensitas Tinggi di Indonesia Akibat ENSO dan IOD

BMKG menyebut hujan lebat di Indonesia dipicu La Nina lemah dan dinamika IOD yang meningkatkan curah hujan di sejumlah wilayah.

KamiBijak.com, Berita - Sebagian besar wilayah Indonesia dalam beberapa waktu terakhir mengalami hujan dengan intensitas tinggi. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan bahwa kondisi cuaca basah ini dipengaruhi oleh sejumlah fenomena iklim global, terutama El Nino–Southern Oscillation (ENSO) dan Indian Ocean Dipole (IOD), yang turut memicu peningkatan curah hujan di berbagai daerah.

BMKG mencatat indeks ENSO pada Dasarian I Januari 2026 berada di angka -0,53, yang menunjukkan kondisi La Nina Lemah. Situasi ini berpotensi menimbulkan curah hujan tinggi hingga sangat tinggi, yakni lebih dari 150 milimeter per dasarian, terutama di sebagian wilayah Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, serta Papua Pegunungan. BMKG memperkirakan pengaruh La Nina Lemah tersebut akan berangsur melemah pada kuartal pertama 2026.

ENSO sendiri merupakan fenomena iklim global yang berkaitan dengan perubahan suhu permukaan laut di Samudera Pasifik tropis bagian tengah dan timur. Saat indeks ENSO berada di atas atau sama dengan +0,5, kondisi El Nino dinyatakan terjadi, sedangkan nilai di bawah atau sama dengan -0,5 menandakan La Nina. Apabila indeks berada di antara kedua nilai tersebut, ENSO berada pada fase netral.

Selain ENSO, BMKG juga memantau kondisi Indian Ocean Dipole (IOD). Pada Dasarian I Januari 2026, indeks IOD tercatat berada di angka -0,31 atau tergolong IOD Netral. Meski demikian, fase IOD negatif dapat mendorong aliran massa udara dari Samudera Hindia menuju wilayah Indonesia bagian barat, sehingga meningkatkan potensi hujan di sejumlah daerah.

Wilayah yang berpotensi mengalami curah hujan tinggi hingga sangat tinggi akibat pengaruh IOD antara lain Banten, sebagian Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, serta Jawa Timur. BMKG memperkirakan kondisi IOD Netral ini akan bertahan hingga pertengahan 2026.

Lebih lanjut, BMKG menyebut puncak musim hujan di sebagian wilayah Indonesia telah terjadi pada akhir 2025. Indonesia bagian barat diperkirakan mengalami puncak musim hujan pada November hingga Desember 2025, sementara wilayah selatan dan timur diprediksi mencapai puncaknya pada Januari hingga Februari 2026. Di wilayah Jabodetabek, sebagian daerah telah melewati puncak musim hujan, meski hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih kerap terjadi akibat dinamika atmosfer yang berlangsung. (Keisha/MG)

Sumber : CNN Indonesia