Kuliner

Blender dan Juicer, Begini Alasan Kenapa Blender Dianggap Lebih Praktis

Ini alasan blender dinilai lebih unggul dan praktis dibanding juicer untuk kebutuhan harian.

KamiBijak.com, Kuliner - Dalam upaya menjalani gaya hidup sehat, smoothie dan jus segar telah menjadi minuman favorit banyak orang. Untuk membuatnya, dua alat dapur utama yang sering diperdebatkan adalah blender dan juicer. Meskipun keduanya berfungsi untuk mengolah buah dan sayur, hasil akhir dan manfaat kesehatan yang ditawarkan sangat berbeda. Ada beberapa alasan kuat mengapa blender seringkali dinilai lebih unggul dibandingkan juicer. Simak penjelasannya dibawah ini!

 

1. Juicer bikin buah dan sayur rendah serat

Alasan utama keunggulan blender adalah kemampuannya mengolah buah dan sayur secara keseluruhan, termasuk ampas dan kulitnya. Blender bekerja dengan menghancurkan seluruh bahan menjadi tekstur yang halus, sehingga semua serat pangan yang terkandung di dalamnya tetap utuh.

 

Serat ini sangat vital bagi kesehatan pencernaan, membantu mengatur kadar gula darah, dan memberikan rasa kenyang lebih lama. Sebaliknya, juicer bertugas memisahkan cairan dari ampas. Dengan demikian, jus yang dihasilkan oleh juicer hampir tidak mengandung serat, meskipun kaya akan vitamin dan mineral. Bagi mereka yang memprioritaskan asupan serat harian, blender adalah pilihan yang jauh lebih baik.

 

2. Blender mengurangi limbah makanan

Karena blender mempertahankan serat dan semua bagian padat dari bahan-bahan, minuman seperti smoothie yang dihasilkan cenderung memiliki kepadatan nutrisi yang lebih tinggi secara keseluruhan. Selain itu, kandungan serat yang melimpah membuat smoothie yang diolah dengan blender terasa lebih mengenyangkan dan bisa berfungsi sebagai pengganti makanan, terutama untuk sarapan atau camilan sehat.

 

Jus yang dibuat dengan juicer memang menyediakan nutrisi yang cepat diserap tubuh, tetapi karena minimnya serat, ia tidak memberikan efek kenyang yang sama. Minum jus dalam jumlah banyak juga bisa menyebabkan lonjakan gula darah lebih cepat dibandingkan mengkonsumsi smoothie.

 

2. Blender lebih hemat

(foto : KitchenAid) 

 

Blender menawarkan fleksibilitas yang jauh lebih besar dalam penggunaannya di dapur. Blender tidak hanya digunakan untuk membuat smoothie buah dan sayur, tetapi juga untuk membuat sup krim, adonan kental dan selai kacang 

 

Sebaliknya, juicer memiliki fungsi yang sangat spesifik, yaitu hanya untuk mengekstrak sari buah dan sayuran. Keterbatasan ini menjadikan blender sebagai investasi alat dapur yang lebih serbaguna dan hemat.

 

3. Proses Pembersihan yang Lebih Praktis

Meskipun ukurannya mungkin lebih besar, umumnya blender lebih mudah dibersihkan dibandingkan juicer. Untuk membersihkan blender, Anda cukup membilas wadah dan bilahnya, bahkan beberapa model memungkinkan pembersihan cepat dengan mencampur air dan sedikit sabun, lalu dihidupkan sebentar.

 

Kesimpulannya, sementara juicer unggul dalam menghasilkan cairan murni yang kaya vitamin, blender menonjol karena kemampuannya menghasilkan minuman yang kaya serat, lebih mengenyangkan, dan memiliki nilai gizi utuh, menjadikannya perangkat yang lebih serbaguna dan unggul untuk kebutuhan diet sehari-hari. (Keisha/MG)

 

Sumber : Kompas