Hiburan

Belum Tentu Gaib, Ini Kondisi Medis yang Membuat Seseorang Sering Melihat Penampakan

Sering melihat penampakan wajah atau bayangan? Fenomena ini bisa dijelaskan secara medis lewat pareidolia dan gangguan visual.

KamiBijak.com, Hiburan - Pernah merasa melihat bentuk menyerupai wajah pada benda mati, seperti guratan kayu, batu, atau awan di langit? Fenomena ini kerap disalahartikan sebagai pengalaman mistis. Padahal, kejadian tersebut berkaitan dengan mekanisme kerja otak yang dikenal sebagai pareidolia.

Istilah pareidolia berasal dari bahasa Yunani, yaitu para yang berarti keliru atau menyimpang, serta eidolon yang berarti bentuk atau citra. Dalam dunia medis, pareidolia termasuk bagian dari apofenia, yakni kecenderungan otak manusia untuk menemukan pola atau makna pada rangsangan visual yang sebenarnya acak.

Fenomena ini bukan sekadar hasil imajinasi, melainkan produk evolusi otak manusia. Sejak lama, kemampuan mengenali wajah secara cepat sangat penting untuk bertahan hidup dan berinteraksi sosial. Akibatnya, otak manusia menjadi sangat sensitif terhadap pola yang menyerupai wajah, bahkan ketika pola tersebut muncul pada objek tak bernyawa.

Dalam prosesnya, sistem visual kerap menghasilkan apa yang disebut sebagai “positif palsu”. Artinya, otak mendeteksi wajah meski sebenarnya tidak ada. Menariknya, ilusi ini tidak hanya berhenti pada bentuk wajah, tetapi juga dapat memunculkan kesan emosi atau karakter tertentu dari objek yang dilihat.

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa pareidolia juga dapat berkaitan dengan kondisi neurologis tertentu. Penderita Parkinson dan demensia Lewy body, misalnya, dilaporkan lebih sering mengalami fenomena ini. Studi lain yang diterbitkan dalam jurnal PLoS One pada 2022 menemukan bahwa individu yang mengalami pareidolia secara intens cenderung mengaitkannya dengan pengalaman paranormal atau kemampuan indra keenam.

Selain faktor neurologis, kondisi penglihatan juga berperan. Salah satunya adalah Visual Snow Syndrome, yakni gangguan visual yang membuat penderitanya melihat bintik-bintik berkilau seperti noise pada layar lama. Peneliti dari The University of Queensland menemukan bahwa pengidap sindrom ini mengalami pareidolia lebih kuat dibandingkan kelompok tanpa gangguan visual.

Menurut peneliti Jessica Taubert, meski semua orang sepakat mengenai objek mana yang paling menyerupai wajah, pengidap visual snow merasakan ilusi tersebut jauh lebih jelas. Hal ini diduga berkaitan dengan hipereksitabilitas pada korteks visual otak.

Kesimpulannya, melihat “wajah-wajah” aneh pada benda di sekitar merupakan respons alami otak dalam memproses informasi visual secara cepat, bukan pertanda gangguan supranatural. (Keisha/MG)

Sumber : Detik Health