Berita

Belum Sepenuhnya Inklusif, Aksesibilitas Disabilitas di Indonesia Dinilai Masih Terbatas

Di Indonesia, tantangan aksesibilitas masih banyak ditemui, mulai dari hambatan arsitektural hingga keterbatasan informasi yang belum inklusif.

KamiBijak.com, Berita - Disabilitas merupakan sebuah kondisi fisik, mental, maupun sensorik yang dapat membatasi seseorang dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Berdasarkan data yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2023, jumlah penyandang disabilitas di Indonesia mencapai 22,97 juta jiwa atau sekitar 8,5 persen dari total penduduk.

Kepala Sekolah Khusus (SKh) Negeri 2 Palangka Raya, Jarmo, menilai bahwa perhatian terhadap aksesibilitas bagi penyandang disabilitas, khususnya disabilitas netra, dalam berbagai jenis fasilitas umum masih perlu ditingkatkan. Menurutnya, sejumlah fasilitas publik seharusnya dilengkapi dengan panduan khusus, seperti huruf braille, guna memudahkan penyandang disabilitas beraktivitas.

“Kalau menurut saya, tulisan khusus bagi penyandang disabilitas tunanetra masih sangat kurang. Sebaiknya pemerintah juga memberikan perhatian lebih terhadap hal ini,” ujarnya, Jumat (2/1/2026).

Penyandang disabilitas pada dasarnya memang memiliki keterbatasan fisik, mental, atau sensorik yang dapat memengaruhi partisipasi mereka dalam kehidupan bermasyarakat. Keterbatasan tersebut dapat berupa disabilitas fisik, seperti adanya gangguan penglihatan, pendengaran, dan mobilitas; disabilitas mental yang memengaruhi fungsi kognitif dan emosional; serta disabilitas sensorik yang berkaitan dengan fungsi indera.

Salah satu persoalan utama yang masih sering dihadapi penyandang disabilitas hingga saat ini adalah aksesibilitas. Aksesibilitas merupakan sebuah kondisi yang memungkinkan setiap orang, termasuk penyandang disabilitas, untuk dapat mengakses fasilitas umum, transportasi, serta layanan publik secara aman dan nyaman.

Di Indonesia, tantangan aksesibilitas ini masih banyak ditemui dalam berbagai bentuk, mulai dari hambatan arsitektural seperti trotoar tanpa jalur landai, bangunan tanpa akses ramah disabilitas, hingga keterbatasan informasi dan komunikasi yang belum sepenuhnya inklusif. Selain itu, ada faktor psikologis seperti rasa minder dan kekhawatiran saat menggunakan fasilitas umum juga menjadi hambatan tersendiri bagi penyandang disabilitas. (Irene)

Sumber: rri.co.id