Sering Dengar di Drakor, Ini Arti Yeobo dan Cara Pakainya yang Benar
Yeobo sering terdengar di drakor. Simak arti, aturan pakai, dan alternatif panggilan sayang Korea.
KamiBijak.com, Hiburan - Pernah merasa senyum-senyum sendiri saat menonton drama Korea karena cara para tokohnya memanggil pasangan dengan nada lembut? Satu kata sederhana itu terdengar begitu hangat dan penuh perasaan. Tak heran, panggilan tersebut mudah melekat di ingatan penonton, bahkan yang bukan penutur bahasa Korea.
Salah satu sapaan paling sering terdengar adalah “yeobo”. Popularitasnya tak lepas dari kuatnya pengaruh budaya Korea Selatan yang menyebar ke berbagai negara lewat drama dan musik. Namun, sebelum ikut-ikutan menggunakannya, penting untuk memahami makna dan aturan pemakaiannya agar tidak salah konteks.
Arti Panggilan Yeobo
Yeobo (여보) adalah kata sapaan dalam bahasa Korea yang digunakan untuk memanggil pasangan hidup, baik suami maupun istri. Dalam bahasa Indonesia, maknanya kurang lebih setara dengan “sayang” atau “cintaku”. Pada praktiknya, panggilan ini identik dengan hubungan pernikahan.
Secara teori, yeobo memang bisa digunakan untuk pacar atau tunangan. Namun, di telinga masyarakat Korea, penggunaan tersebut terdengar kurang lazim. Situasinya mirip ketika seseorang memanggil pacarnya dengan sebutan “Ayah” atau “Bunda” di Indonesia—bukan salah, tetapi terasa janggal.
(Foto : Dok.Facebook.com/YeoboPH)
Aturan Penggunaan Yeobo
Yeobo merupakan panggilan penuh kasih yang digunakan secara timbal balik oleh pasangan suami istri. Sapaan ini wajar diucapkan dalam aktivitas sehari-hari, bahkan di ruang publik, tanpa terkesan berlebihan.
Contohnya, kalimat seperti “Yeobo, mau makan apa hari ini?” terdengar sangat natural dan hangat. Panggilan ini mencerminkan kedekatan emosional sekaligus rasa nyaman antara dua orang yang telah terikat pernikahan.
Alternatif Panggilan Selain Yeobo
Selain yeobo, bahasa Korea memiliki banyak pilihan panggilan sayang dengan nuansa berbeda. “Jagiya” (자기야) adalah yang paling populer dan fleksibel, bisa digunakan oleh pasangan menikah maupun belum menikah.
Ada pula “Nae sarang” (내 사랑) yang berarti “cintaku”, terdengar romantis dan penuh perasaan. Untuk versi yang lebih manis dan menggemaskan, pasangan menikah kerap memakai “Yeobong” (여봉), variasi imut dari yeobo.
Istilah lain seperti “Dangsin” (당신) sebenarnya bisa digunakan antar suami istri, tetapi jika diucapkan kepada orang lain justru bisa terdengar kasar. Sementara itu, “Ae-in” (애인) dan “Buin” (부인) sering dipakai di awal pernikahan sebelum akhirnya bergeser ke yeobo setelah pasangan memiliki anak.
Contoh Penggunaan Yeobo
Dalam percakapan sehari-hari, yeobo digunakan untuk berbagai situasi, mulai dari mengungkapkan rindu hingga meminta bantuan. Misalnya, “Yeobo, aku kangen,” atau “Yeobo, tolong bantu aku sebentar.”
Kesederhanaan inilah yang membuat yeobo terasa begitu natural. Bukan sekadar panggilan, kata ini menjadi simbol keintiman dan kasih sayang yang mengalir dalam kehidupan sehari-hari pasangan Korea. (Restu)
Sumber : Cosmopolitan Indonesia
Video Terbaru
MOST VIEWED
