Hiburan

Apa Benar Pembungkus Makanan Aluminium Tingkatkan Risiko Kanker? Ini Penjelasan Dokter

Dokter ahli bedah kanker menjelaskan sebuah fakta mengenai penggunaan aluminium sebagai pembungkus makanan atau peralatan masak masih tergolong aman.

KamiBijak.com, Hiburan  - Dokter ahli bedah kanker menjelaskan sebuah fakta mengenai penggunaan aluminium sebagai pembungkus makanan atau peralatan masak masih tergolong aman karena bukan logam berat yang bisa menimbulkan risiko kanker.

Ditulis laman Hindustan Times, Selasa (9/12), ahli onkologi dan ahli bedah kanker di Raipur Dr. Jayesh Sharma mengatakan timbulnya kepanikan akan penggunaan aluminium dalam waktu lama tidak beralasan karena aluminium yang banyak digunakan dalam peralatan masak dan kemasan, bukanlah jenis logam berat maupun karsinogen dan kebanyakan orang mengonsumsinya jauh lebih sedikit daripada yang mereka kira.

“Ini adalah salah satu logam paling umum yang ditemukan di bumi, sangat ringan. Bukan logam berat. Beberapa logam berat antara lain timbal, merkuri, kadmium, arsenik, kromium, nikel, kobalt, tembaga, seng, timah, talium, vanadium, antimon, dan bismut,” jelas Jayesh.

Ia menjelaskan bahwa penggunaan aluminium sebagai pembungkus makanan tidak bereaksi dengan sebagian besar zat dan juga tidak mudah bereaksi dengan makanan. Hanya ada sedikit zat aluminium yang masuk ke dalam makanan dan hampir tidak terserap tubuh.

Aluminium yang terserap dalam jumlah kecil itu kemudian akan dibuang oleh ginjal dan tidak terakumulasi di dalam tubuh karena bukan logam berat.

“Ya, aluminium memang bisa beracun, tetapi tidak ada risiko kanker. Aluminium tidak terdaftar sebagai karsinogen,” jelasnya.

 

Ilustrasi kertas aluminium foil untuk pembungkus makanan. (foto: food.detik.com)

Jayesh mengatakan rata-rata orang bisa mengonsumsi 60-80 miligram aluminium namun tidak akan menimbulkan masalah untuk tubuh. Bahkan untuk mencapai angka tersebut hanya melalui makanan sehari-hari masih cukup sulit untuk disebut membahayakan.

Namun jika Anda ingin membatasi penggunaan aluminium dalam kehidupan sehari-hari, Jayesh memberikan saran diantaranya jangan memasak dalam wadah aluminium dengan suhu yang sangat tinggi dan jangan memasak makanan yang terlalu asam di dalamnya.

Selain itu ia juga menyarankan untuk tidak menyimpan barang-barang yang bersifat asam dalam wadah aluminium dalam jangka waktu yang lama. Ia lebih mengingatkan untuk mewaspadai apa yang dikonsumsi ketimbang soal penyimpanan makanan dalam aluminium.

“Menyalahkan aluminium sebagai penyebab kanker seperti seorang perokok yang menyalahkan lapisan foil tempat rokoknya dibungkus, bukan rokok itu sendiri. Jadi, takutlah pada makanan cepat saji, bukan aluminium," tulis Jayesh. (Irene)

Sumber: antaranews.com