6 Mitos Kopi dari Berbagai Belahan Dunia yang Masih Dipercaya Hingga Kini
Simak kepercayaan menarik seputar kopi di berbagai budaya.
KamiBijak.com, Kuliner - Kopi lebih dari sekadar minuman pagi yang menambah semangat; di banyak budaya, minuman ini juga dikelilingi oleh berbagai mitos dan takhayul. Seperti cermin retak atau kucing hitam yang dianggap pertanda sial, kopi pun memiliki cerita-cerita unik yang diwariskan secara turun-temurun.
Di New Orleans, misalnya, ada kepercayaan agar jangan pernah memotong kuku sebelum minum kopi, terutama pada hari Senin. Tradisi ini berasal dari abad ke-19, saat orang percaya bahwa secangkir kopi membantu menjaga fokus saat melakukan pekerjaan kecil namun rinci seperti merapikan kuku, sehingga mencegah kecelakaan.
Sementara di Mesir, tumpahan kopi justru dianggap membawa keberuntungan. Dulu, kopi adalah barang mewah, sehingga menumpahkannya dipercaya sebagai pertanda kelimpahan. Keyakinan serupa juga ada di Yunani, di mana kopi yang meluap dianggap memberi pesona bagi peminumnya.
Di Amerika Serikat, para pelaut punya aturan tak tertulis: jangan cuci cangkir kopi mereka sebelum kembali dari laut. Cangkir kotor dianggap simbol kepulangan, dan membersihkannya terlalu dini dipercaya membawa sial, bahkan kematian sang pelaut.
Di Balkan dan Turki, kopi sering digunakan untuk meramal masa depan. Setelah diminum, ampas kopi diyakini menyimpan simbol-simbol yang bisa dibaca, mulai dari huruf, pintu, hingga pertanda finansial atau musibah. Tradisi ini masih populer, terutama di kalangan perempuan.
Berbeda dengan Balkan, di Finlandia, ramalan kopi dilakukan melalui gelembung yang muncul di permukaan. Buih di tengah cangkir diyakini menandakan rezeki dan kesuksesan, sementara gelembung yang bergerak ke tepi dianggap pertanda kerugian finansial.
Di Santo Dominikus, meneguk kopi sambil berdiri atau terburu-buru dianggap membawa sial. Masyarakat setempat melihat kopi sebagai simbol keramahan dan momen santai, sehingga harus dinikmati perlahan untuk menghormati filosofi hidup mereka.
Meski banyak orang modern sudah meninggalkan kepercayaan ini, sebagian masih memegangnya hingga kini. Tidak ada bukti ilmiah yang menunjukkan kopi bisa menentukan nasib atau keberuntungan. Namun mitos-mitos tersebut menunjukkan seberapa kuat kopi memengaruhi budaya, bukan hanya sebagai minuman, tetapi juga sebagai simbol, tradisi, dan harapan. (Restu)
Sumber : Detik
Video Terbaru
MOST VIEWED
