Travel

5 Taman Nasional Indonesia Ini Diakui Dunia

Keindahan lima taman nasional Indonesia yang diakui UNESCO dan ASEAN, kaya flora fauna langka.

KamiBijak.com, Travel - Indonesia dikenal sebagai negara dengan megabiodiversitas yang luar biasa, dihuni ribuan flora dan fauna langka dari puncak gunung hingga dasar laut. Kekayaan hayati ini bahkan pernah diteliti Alfred Russel Wallace, yang kemudian melahirkan Garis Wallace—batas imajiner yang memisahkan spesies Asia dan Australasia. Keunikan alam Nusantara juga tercermin lewat sejumlah taman nasional yang mendapatkan pengakuan dari UNESCO dan ASEAN. Lima di antaranya dianggap sebagai kawasan konservasi terpenting di dunia.

1. Taman Nasional Lorentz, Papua

Lorentz merupakan taman nasional terbesar di Asia Tenggara, dengan luas sekitar 2,35 juta hektar. Wilayahnya menjangkau dari Puncak Jaya hingga pesisir Arafura, menghadirkan bentang alam spektakuler berupa gletser, hutan hujan tropis, rawa, hingga garis pantai yang nyaris belum tersentuh.
Puncak Jaya atau Carstensz Pyramid yang berada di dalam kawasan ini termasuk dalam jajaran Seven Summits. Lorentz telah ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO dan Taman Warisan ASEAN karena kekayaan ekologinya, termasuk keberadaan cendrawasih, kanguru pohon, puyuh salju, serta flora seperti bakau, nipah, dan sarang semut.

 

2. Taman Nasional Gunung Leuser, Aceh–Sumatera Utara

Gunung Leuser adalah salah satu kawasan hutan hujan tropis terbaik yang masih tersisa di dunia. Dengan luas sekitar 838 ribu hektar, taman nasional ini menjadi habitat berbagai spesies langka, termasuk empat satwa karismatik Indonesia: harimau sumatera, gajah sumatera, orangutan sumatera, dan badak sumatera.
Kawasan ini juga menyimpan bunga raksasa seperti Rafflesia arnoldii dan titan arum yang dapat tumbuh setinggi tiga meter. Gunung Leuser tercatat sebagai Cagar Biosfer UNESCO, bagian dari Warisan Hutan Hujan Tropis Sumatera, serta Taman Warisan ASEAN.

 

3. Taman Nasional Baluran, Jawa Timur

Dikenal sebagai “Africa van Java”, Baluran menghadirkan pemandangan savana luas seluas 10 ribu hektar dengan latar Gunung Baluran yang megah. Satwa-satwa seperti banteng jawa, merak hijau, rusa timor, dan macan tutul jawa hidup di ekosistemnya.
Baluran juga termasuk dalam Cagar Biosfer Blambangan UNESCO, yang menegaskan pentingnya kawasan ini bagi konservasi sekaligus destinasi wisata alam.

 

4. Taman Nasional Ujung Kulon, Banten

Sebagai taman nasional tertua di Indonesia, Ujung Kulon memiliki sejarah panjang sejak letusan Gunung Krakatau tahun 1883. Luasnya mencapai 122 ribu hektar dan menjadi habitat terakhir badak jawa yang sangat terancam punah.
Selain itu, kawasan ini ditinggali owa jawa, kubung sunda, dan berbagai flora pesisir. Ujung Kulon telah ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO dan meraih penghargaan AEEE dari UN Environment Program atas upaya konservasinya.

 

5. Taman Nasional Wakatobi, Sulawesi Tenggara

Wakatobi adalah surga para penyelam, dengan luas area 1,39 juta hektar yang mencakup 90% jenis karang dunia. Karang atol sepanjang 48 kilometer menjadi salah satu yang terpanjang secara global.
Sebagai Cagar Biosfer UNESCO dan Taman Warisan ASEAN, Wakatobi menjadi rumah bagi penyu hijau, penyu sisik, napoleon, lumba-lumba, serta ekosistem lamun dan bakau yang penting bagi keseimbangan laut.

Dari puncak Lorentz hingga lautan Wakatobi, kelima taman nasional ini membuktikan bahwa Indonesia menyimpan keajaiban alam kelas dunia. Pengakuan internasional itu menjadi pengingat bahwa warisan ini wajib dijaga untuk generasi mendatang. (Restu)

Sumber : Detik