KamiBijak.com, Berita - Momen berbuka puasa memang terasa lebih nikmat dengan minuman manis dan dingin. Setelah seharian menahan lapar dan haus, tubuh biasanya menginginkan asupan gula dengan cepat untuk mengembalikan energi. Namun, mengonsumsi minuman yang terlalu manis saat berbuka dapat memicu lonjakan gula darah secara drastis. Kondisi ini kerap membuat tubuh justru terasa lemas, mengantuk, hingga perut terasa begah setelah makan.
Lonjakan gula darah atau insulin spike biasanya terjadi ketika tubuh menerima gula sederhana dalam jumlah besar sekaligus, seperti dari sirup, gula cair, atau minuman berpemanis. Energi memang muncul dengan cepat, tetapi tidak bertahan lama sehingga tubuh bisa kembali merasa lelah setelah beberapa waktu. Oleh karena itu, memilih minuman takjil yang lebih ramah gula darah dapat membantu tubuh beradaptasi lebih stabil setelah berpuasa seharian.
- Air kelapa murni tanpa tambahan sirup
Air Kelapa Murni (foto : Halodoc)
Air kelapa dikenal memiliki kandungan gula alami yang lebih seimbang dibandingkan dengan minuman manis buatan. Selain itu, air kelapa juga kaya akan elektrolit seperti kalium yang membantu mengembalikan cairan tubuh setelah berpuasa. Sebaiknya hindari penggunaan sirup dalam jumlah banyak agar manfaatnya tetap optimal.
- Infused water dari buah segar
Infused water merupakan campuran air putih dengan potongan buah seperti lemon, stroberi atau mentimun. Minuman ini memberikan sensasi segar tanpa tambahan gula. Selain memenuhi kebutuhan cairan tubuh, minuman ini juga terasa ringan di lambung.
- Smoothie buah tanpa gula tambahan
Smoothie menggunakan buah secara utuh agar membantu mempertahankan kandungan serat karena dapat memperlambat penyerapan gula dalam tubuh. Hindari menambahkan gula cair atau susu kental manis agar kadar gulanya tetap terkontrol.
- Teh hangat dengan sedikit madu
Minuman hangat seperti teh juga dapat membantu tubuh terasa lebih rileks sekaligus mempersiapkan sistem pencernaan sebelum makan berat. Jika ingin rasa manis, gunakan madu dalam jumlah sedikit sebagai pemanis alami. Teh jahe atau chamomile juga bisa membantu pencernaan terasa lebih nyaman setelah seharian berpuasa.
- Susu kurma homemade
Susu kurma (foto : frisian flag)
Susu kurma bisa juga menjadi alternatif minuman berbuka yang menyehatkan jika dibuat dengan takaran yang pas. Dengan rasa manis alami, kamu bisa gunakan satu hingga dua butir kurma untuk satu gelas susu agar tidak terlalu manis. Kandungan serat dan nutrisi dalam kurma bisa membantu memberikan energi secara bertahap tanpa menyebabkan lonjakan gula darah yang tajam.
Kenapa Penting Memperhatikan Asupan Gula Saat Berbuka?
Selama berpuasa, kadar gula dalam tubuh secara alami akan menurun. Jika kita langsung berbuka dengan minuman yang terlalu manis, tubuh akan memproduksi insulin dalam jumlah besar untuk menyeimbangkannya. Akibatnya kadar gula darah bisa kembali turun dengan sangat cepat setelahnya sehingga menimbulkan rasa lelah, kantuk dan lemas. Karena itu, memilih minuman yang lebih ramah gula darah saat berbuka dapat membantu menjaga energi tetap stabil, mengurangi rasa begah dan mencegah kantuk berlebihan saat tarawih.
Pada akhirnya, berbuka puasa bukan hanya tentang menikmati rasa manis, tetapi juga tentang cara yang bijak dalam mengembalikan energi tubuh. Dengan memilih minuman yang tepat, tubuh dapat tetap segar dan berenergi sepanjang malam, sehingga ibadah Ramadan pun dapat dijalani dengan lebih nyaman. (Keisha/MG)
Sumber : Fimela
