5 Minuman Legendaris yang Diakui UNESCO, Nomor 5 dari Indonesia Bikin Bangga!
Deretan minuman ikonik dunia ini bukan sekadar pelepas dahaga, tapi juga warisan budaya yang diakui UNESCO.
KamiBijak.com, Kuliner - Ketika mendengar nama UNESCO, kebanyakan orang mungkin langsung teringat pada bangunan bersejarah dunia seperti Tembok Besar China atau Candi Borobudur. Namun, lembaga internasional ini tak hanya melindungi situs fisik, tapi juga menjaga Warisan Budaya Takbenda (WBTB) tradisi hidup yang diwariskan lintas generasi, termasuk dalam seni meracik dan menikmati minuman.
Berikut lima minuman dan tradisinya yang resmi tercatat sebagai warisan budaya dunia.
1. Sake Jepang: Simbol Spiritual dan Sosial
Lebih dari sekadar minuman beralkohol, sake adalah bagian penting dalam upacara keagamaan Shinto dan pernikahan tradisional Jepang. Dalam ritual san-san-kudo, pasangan pengantin meminum sake sebagai lambang ikatan suci.
Pada Desember 2024, UNESCO menetapkan pembuatan sake tradisional sebagai WBTB. Teknik fermentasi menggunakan jamur koji sudah diwariskan lebih dari 2.500 tahun, dan para pembuatnya, yang disebut toji, tetap setia pada metode kuno meski teknologi modern berkembang.
(Foto : Dok Catperku)
2. Budaya Bir Belgia: Lebih dari Sekadar Minum
Belgia punya lebih dari 1.500 jenis bir, dari lambic yang difermentasi alami hingga Trappist buatan biarawan. Sejak 2016, budaya bir Belgia diakui UNESCO karena menjadi bagian kehidupan sehari-hari dan pengikat sosial.
Festival bir seperti Belgian Beer Weekend menjadi momen masyarakat berkumpul, merayakan identitas, dan mencicipi aneka rasa khas.
3. Anggur Qvevri Georgia: Tradisi 8.000 Tahun
Disebut “cradle of wine”, Georgia punya bukti pembuatan anggur sejak 8.000 tahun lalu. Ciri khasnya: fermentasi dalam qvevri, gentong tanah liat besar yang ditanam dalam tanah agar suhu stabil dan rasa unik terjaga.
UNESCO mengakui teknik ini pada 2013. Hingga kini, keluarga di Georgia masih membuat anggur sendiri, menjadikannya bagian penting perayaan dan kebersamaan.
4. Maestro Roneros Kuba: Ahli Penyulingan Rum
Rum khas Kuba lahir dari keahlian maestro roneros, ahli penyulingan yang menjaga tradisi sejak abad ke-19. Pada 2022, UNESCO menetapkan keahlian mereka sebagai WBTB.
Para maestro memegang kode etik yang menekankan keberlanjutan dan kebanggaan budaya. Bagi masyarakat Kuba, rum bukan sekadar minuman, melainkan simbol persatuan dan identitas nasional.
(Foto : Dok Top Whiskies)
5. Jamu Indonesia: Kebanggaan Nusantara
Pada 2023, Indonesia resmi menorehkan jamu sebagai warisan budaya dunia. Sejak abad ke-8, jamu, racikan herbal dari rempah, akar, dan daun, dipercaya menjaga kesehatan dan keseimbangan tubuh.
Tradisi meracik jamu umumnya dilakukan perempuan dan diwariskan turun-temurun, bahkan kini diajarkan di perguruan tinggi.
Bagi masyarakat Indonesia, jamu adalah lebih dari obat tradisional: gaya hidup dan identitas budaya yang tetap lestari.
Lima minuman ini membuktikan bahwa segelas minuman dapat menyimpan sejarah, nilai, dan kebanggaan bangsa. Dari sake Jepang hingga jamu Indonesia, setiap tegukan adalah warisan dunia. (Restu)
Sumber : Detik
Video Terbaru
MOST VIEWED
