Kuliner

4 Makanan Tradisional Ini Tercipta Secara Tak Sengaja, Tapi Rasanya Bikin Ketagihan!

Siapa sangka, empat kuliner legendaris Indonesia yang tak disengaja ini justru lahir karena rasanya enak.

KamiBijak.com, Kuliner -  Di balik kelezatan kuliner Nusantara, tersimpan kisah unik yang jarang diketahui. Beberapa makanan tradisional Indonesia ternyata tercipta secara tidak sengaja, namun justru jadi favorit banyak orang hingga sekarang. Dari Betawi hingga Lamongan, inilah empat hidangan yang lahir dari “kecelakaan dapur” tapi tetap melegenda.

1. Kerak Telor

Makanan khas Betawi ini sudah eksis sejak era kolonial, bahkan konon sudah dikenal orang Belanda di Batavia pada abad ke-18. Kerak telor terbuat dari beras ketan dan telur, kemudian diberi taburan serundeng kelapa yang gurih.

Kisahnya bermula saat warga Betawi kelebihan stok kelapa dan mencoba mengolah bahan seadanya: beras ketan, telur, dan serundeng. Hasilnya? Cita rasa gurih dan aroma wangi yang langsung memikat banyak orang. Kini, kerak telor jadi ikon kuliner Betawi yang tak lekang waktu.

 

2. Nasi Bakar Sumsum

Kuliner khas Serang, Banten ini sudah ada sejak 1940-an, bahkan sebelum Indonesia merdeka. Awalnya, seorang penjual daging merasa sayang membuang sisa tulang sapi yang tak laku. Tulang tersebut kemudian dibawa pulang dan dimasak dengan rempah-rempah.

Tulang sumsum yang gurih dibungkus bersama nasi dan dibakar dalam daun pisang, menciptakan aroma harum dan rasa lezat yang khas. Kini, nasi bakar sumsum jadi buruan pencinta kuliner ketika berkunjung ke Banten.

(Foto : Dok Indonesia Kaya)

 

3. Ayam Geprek

Meski populer sebagai menu kekinian, ayam geprek punya sejarah yang unik. Konon, hidangan ini lahir di Yogyakarta ketika sekelompok mahasiswa meminta penjual ayam goreng untuk menghancurkan ayamnya dan menambahkan sambal di atasnya.

Perpaduan ayam goreng yang juicy dengan sambal pedas yang meresap sempurna membuat ayam geprek jadi favorit banyak kalangan. Tak heran, kini menu ini menjamur di hampir setiap kota Indonesia.

 

4. Tahu Campur

Tahu campur, kuliner khas Lamongan, Jawa Timur, awalnya tercipta karena sisa bahan masakan. Campuran tahu, lontong, sayuran, dan kuah kaldu awalnya hanyalah eksperimen memanfaatkan bahan yang ada.

Namun, racikan sederhana itu justru menghasilkan harmoni rasa yang memikat. Kuah kaldu yang gurih berpadu sempurna dengan tekstur tahu dan lontong, menjadikan tahu campur kuliner khas yang selalu dirindukan.

Siapa sangka, “kecelakaan dapur” bisa melahirkan makanan yang kini jadi kebanggaan daerah. Dari kerak telor hingga tahu campur, kisah unik di balik tiap hidangan menambah cita rasa yang tak hanya memanjakan lidah, tapi juga menyimpan cerita sejarah kuliner Indonesia. (Restu)

Sumber : Detik