15 Tanaman Urban Farming yang Paling Mudah Ditanam di Rumah
Rekomendasi 15 tanaman urban farming yang mudah ditanam pemula di rumah.
KamiBijak.com, Hiburan - Urban farming atau pertanian perkotaan kini semakin populer di kalangan warga kota. Dengan lahan yang terbatas, konsep bertanam di rumah tetap memungkinkan untuk menghasilkan sayuran segar, rempah, dan buah mini. Kunci keberhasilan urban farming adalah memilih tanaman yang mudah tumbuh, cepat panen, serta tidak membutuhkan perawatan rumit.
- Sawi
Sawi termasuk tanaman daun yang sangat ideal untuk pemula karena pertumbuhannya cepat dan perawatan sederhana. Dalam waktu 30–45 hari setelah tanam, sawi sudah bisa dipanen. Tanaman ini cocok ditanam di pot, polybag, atau wadah bekas.
- Bayam
Bayam kaya nutrisi dan sangat mudah ditanam. Biasanya siap panen dalam 25–30 hari setelah disemai. Bayam bisa dipanen berkali-kali dengan metode “cut and come again”. Tanaman ini toleran terhadap banyak kondisi tanah dan cocok untuk hidroponik sederhana.
- Kangkung
Kangkung dikenal karena pertumbuhannya yang sangat cepat, hanya 20–30 hari hingga siap panen. Tanaman ini bisa tumbuh baik di tanah maupun media air, sehingga cocok untuk metode hidroponik.
- Selada
Selada cocok untuk urban farming karena bisa tumbuh di berbagai media tanam, termasuk hidroponik. Waktu panennya berkisar 40–60 hari tergantung varietas. Pilih lokasi dengan cukup sinar matahari pagi agar daun tetap segar dan renyah.
- Tomat Cherry
Tomat cherry ideal untuk mulai berkebun karena ukurannya kecil dan mudah tumbuh di pot. Tanaman ini bisa berbuah secara bertahap, memberikan kepuasan panen berkali-kali saat musimnya tiba.
- Cabai Rawit
Cabai rawit cocok bagi pecinta tanaman yang produktif. Walau waktu sampai panen relatif lebih lama (sekitar 2–3 bulan), tanaman ini terus berbuah selama beberapa bulan bila dirawat dengan baik dan benar.
- Daun Bawang
Daun bawang merupakan tanaman mudah yang bisa tumbuh kembali dari akar bekas. Cukup potong bagian atasnya dan biarkan akarnya terus tumbuh, memberi panen berulang kali.
- Seledri
Seledri dapat dibudidayakan dari sisa batang yang dibeli di pasar. Setelah akarnya tumbuh, tanaman ini bisa dipindahkan ke pot kecil dan dipanen secara bertahap.
- Jahe
Jahe adalah rempah yang dapat ditanam dari rimpang segar. Tanaman ini tidak memerlukan banyak perawatan dan siap panen setelah beberapa bulan saat rimpang sudah berkembang di pot besar.
- Kunyit
Mirip dengan jahe, kunyit bisa tumbuh dari rimpang yang ditanam di pot. Rempah ini terkenal sebagai bumbu dapur sekaligus obat tradisional yang mudah dibudidayakan di rumah.
- Rosemary
Rosemary adalah herba aromatik yang tumbuh subur di pot dengan sinar matahari penuh. Tanaman ini tahan kekeringan dan perawatannya rendah.
- Mint
Mint sangat mudah tumbuh bahkan dari stek, namun pertumbuhannya agresif sehingga paling baik ditanam dalam pot terpisah. Daunnya dapat dipanen berkali-kali untuk minuman atau masakan.
- Stroberi
Stroberi memberikan hasil manis dan cocok ditanam di pot atau wadah gantung. Pastikan mendapat sinar matahari penuh dan penyiraman teratur.
- Semangka Mini
Semangka mini atau semangka inul adalah varietas kecil yang ideal untuk urban farming karena tidak membutuhkan lahan luas dan dapat panen dalam 60–70 hari.
- Timun Varietas Kecil
Timun dengan varietas kecil cocok untuk lahan terbatas karena bisa tumbuh secara vertikal. Tanaman ini siap panen dalam 50–70 hari dan ideal untuk balkon dengan teralis. (Sindi/PKL)
Sumber : Fimela
Video Terbaru
MOST VIEWED
