KamiBijak.com, Berita - Yayasan Pemberdayaan Tuli-Buta (Pelita) Indonesia menggelar Seminar Edukasi Kesehatan Reproduksi bagi Penyandang Disabilitas Tuli-Buta pada Kamis, 4 Desember 2025, pukul 09.00–16.00 WIB di Wisma Duta Wiyata, SLB Pembina Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Kegiatan ini menjadi terobosan penting untuk membuka akses informasi kesehatan reproduksi bagi kelompok yang selama ini paling jarang tersentuh edukasi formal.
Penyandang Tuli-Buta menghadapi hambatan berlapis karena keterbatasan penglihatan dan pendengaran sekaligus. Kondisi ini membuat mereka kesulitan mengakses informasi mengenai pubertas, perawatan organ intim, siklus reproduksi, pencegahan penyakit seksual, kekerasan seksual, hingga perencanaan keluarga. Minimnya media komunikasi yang aksesibel sering membuat mereka rentan terhadap mitos, ketakutan, dan misinformasi. Karena itu, seminar ini menjadi bagian dari program edukasi yang didukung oleh Disability Rights Fund (DRF) untuk memperjuangkan hak kesehatan reproduksi yang setara.
Untuk memastikan materi yang disampaikan berbasis medis, Pelita Indonesia menggandeng Angsamerah Clinic sebagai narasumber ahli. Kolaborasi ini diharapkan tidak berhenti pada seminar, tetapi juga melahirkan kemitraan berkelanjutan agar layanan kesehatan reproduksi benar-benar inklusif bagi penyandang Tuli-Buta.
Kegiatan berlangsung penuh interaksi dan diikuti 30 peserta dari komunitas Pelita Indonesia. Seluruh rangkaian acara dirancang 100% aksesibel dengan dukungan Juru Bahasa Isyarat Sentuh, Juru Bahasa Tulisan, Juru Bahasa Isyarat, dan pendamping individu. Peserta mengikuti penyampaian materi utama, sesi diskusi, tanya jawab, waktu istirahat, hingga kegiatan foto bersama.
