KamiBijak.com, Berita - Inklusif adalah sebuah pendekatan yang digunakan untuk membangun lingkungan yang terbuka, bagi siapa saja dengan latar belakang dan kondisi yang berbeda-beda, meliputi perbedaan karakteristik, kondisi fisik, kepribadian, suku, budaya, dan lain sebagainya. Dalam dunia pendidikan, sistem inklusif ini dapat memberikan kesempatan yang sama kepada peserta didik.
Harri Santoso, S.Psi.,M.Ed selaku Dosen Fakultas Psikologi UIN Ar-Raniry dan peneliti PSGA UIN Ar-Raniry berfokus pada pergeseran pandangan terhadap Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). Menurutnya, jika sebelumnya anak ABK sering dilihat sebagai objek pembangunan, maka ke depannya, mereka akan mampu menjadi subjek pembangunan.
“Jika dahulu Masyarakat cenderung melihat ABK sebagai objek amal (charity) yang hanya perlu dikasihani dan diberi bantuan, kini gerakan Pendidikan inklusif mendorong adanya empowerment atau pemberdayaan,” ujarnya dalam dialog Bersama RRI Banda Aceh dengan topik Sekolah Untuk Semua: Mewujudkan Akses Pendidikan Yang Ramah Disabilitas, Sabtu (4/10/2025).
