Berita

Sekolah Inklusif: Kesetaraan Bagi Peserta Didik untuk Membangun Lingkungan Terbuka

Kehadiran sekolah inklusif bisa menjadi wadah pemberdayaan disabilitas.

KamiBijak.com, Berita  - Inklusif adalah sebuah pendekatan yang digunakan untuk membangun lingkungan yang terbuka, bagi siapa saja dengan latar  belakang dan kondisi yang berbeda-beda, meliputi perbedaan karakteristik, kondisi fisik, kepribadian, suku, budaya, dan lain sebagainya. Dalam dunia pendidikan, sistem inklusif ini dapat memberikan kesempatan yang sama kepada peserta didik.

Harri Santoso, S.Psi.,M.Ed selaku Dosen Fakultas Psikologi UIN Ar-Raniry dan peneliti PSGA UIN Ar-Raniry berfokus pada pergeseran pandangan terhadap Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). Menurutnya, jika sebelumnya anak ABK sering dilihat sebagai objek pembangunan, maka ke depannya, mereka akan mampu menjadi subjek pembangunan.

“Jika dahulu Masyarakat cenderung melihat ABK sebagai objek amal (charity) yang hanya perlu dikasihani dan diberi bantuan, kini gerakan Pendidikan inklusif mendorong adanya empowerment atau pemberdayaan,” ujarnya dalam dialog Bersama RRI Banda Aceh dengan topik Sekolah Untuk Semua: Mewujudkan Akses Pendidikan Yang Ramah Disabilitas, Sabtu (4/10/2025).

 

Ilustrasi kondisi sekolah inklusif. (foto: Pexels)

 

Dalam peraturan Menteri Pendidikan tahun 2019 tentang penyandang disabilitas, disebutkan bahwa pemerintah daerah harus mampu dengan kesadaran penuh untuk menyediakan satu sekolah umum yang inklusif di setiap tingkat pendidikannya. “Di tingkat kecamatan misalnya, harus ada minimal satu sekolah SD yang inklusif, kemudian di tingkat SMP juga terdapat sekolah inklusif, lanjut ke SMA hingga ke Perguruan Tinggi nantinya juga tersedia pendidikan yang inklusif,” lanjutnya.

Meskipun demikian, tentunya tidak semua ABK bisa masuk ke sekolah inklusif, karena tetap akan ada assessment yang mengukur kelayakan ABK untuk dapat masuk ke sekolah umum tersebut. Jadi, keputusan penerimaan siswa berkebutuhan khusus di sekolah inklusif tetap harus didasarkan pada pertimbangan ahli, bukan berdasarkan pandangan atau penilaian subjektif semata. (Irene)

Sumber: RRI.co.id