Kamibijak.com, Disabilitas - Sebuah rancangan undang-undang (RUU) di Amerika Serikat memicu perdebatan karena berpotensi mengurangi tunjangan bagi veteran penyandang disabilitas, khususnya yang mengalami tinnitus (denging di telinga) dan sleep apnea (gangguan pernapasan saat tidur).
Baca Juga :
https://kamibijak.merahputih.com/v/tinnitus-gangguan-pendengaran
RUU tersebut merupakan bagian dari paket legislasi bertajuk Take Care of America's Veterans Act. Salah satu poin utamanya adalah memberikan hak kepada veteran tempur untuk menerima tunjangan disabilitas dan pensiun militer secara bersamaan melalui ketentuan Major Richard Star Act.
Selama ini, banyak veteran yang tidak dapat menerima kedua manfaat tersebut secara penuh, terutama mereka yang masa dinasnya kurang dari 20 tahun. Namun, penerapan kebijakan baru diperkirakan membutuhkan dana hingga sekitar 10 miliar dolar AS.
Untuk menutupi kebutuhan anggaran itu, Kongres AS mempertimbangkan perubahan sistem penilaian disabilitas yang dapat berdampak pada kompensasi bagi veteran dengan tinnitus dan sleep apnea.
Dalam usulan tersebut, sleep apnea tidak lagi secara otomatis mendapatkan tingkat disabilitas tertentu. Besaran kompensasi nantinya akan ditentukan berdasarkan tingkat keparahan kondisi dan efektivitas pengobatan yang dijalani.
Prajurit menembakkan meriam howitzer M119 di Schofield Barracks, Hawaii. Sumber Foto : Angkatan Darat AS/Sersan Taylor Gray.
Sementara itu, tinnitus yang saat ini memiliki kategori disabilitas tersendiri diusulkan hanya dianggap sebagai gejala dari kondisi lain, seperti gangguan pendengaran atau cedera otak traumatis. Perubahan ini dikhawatirkan akan mengurangi jumlah veteran yang berhak menerima kompensasi.
Rencana tersebut mendapat penolakan dari berbagai organisasi veteran. Mereka menilai pemberian manfaat kepada satu kelompok veteran tidak seharusnya dilakukan dengan mengurangi hak kelompok veteran lainnya.
Sejumlah pihak juga menegaskan bahwa tunjangan disabilitas merupakan bentuk penghargaan atas pengabdian para veteran kepada negara. Oleh karena itu, pemerintah diminta mencari sumber pendanaan lain tanpa memangkas manfaat bagi penyandang disabilitas.
Baca Juga :
Analisis Departemen Urusan Veteran AS menunjukkan bahwa perubahan aturan ini berpotensi menghemat pengeluaran hingga 57 miliar dolar AS dalam kurun waktu 10 tahun. Namun, kebijakan tersebut diperkirakan dapat memengaruhi sekitar 1,5 juta veteran.
Hingga kini, RUU Take Care of America's Veterans Act telah diajukan ke DPR dan Senat AS, tetapi jadwal pemungutan suara di Senat masih belum ditetapkan. Perdebatan mengenai masa depan tunjangan veteran penyandang disabilitas pun diperkirakan akan terus berlanjut. (Restu)
Sumber: taskandpurpose.com
