KamiBijak.com, Hiburan – Kehadiran penyandang disabilitas di panggung hiburan global masih menghadapi tantangan besar terkait keterbatasan porsi kerja. Ketimpangan ini disuarakan langsung oleh aktris asal Britania Raya, Ruth Madeley. Ia membagikan pandangannya mengenai kondisi keterwakilan komunitas disabilitas di panggung seni peran internasional.
Ruth Madeley mengawali langkahnya di dunia seni drama secara tidak sengaja sewaktu mengikuti audisi Half Moon Investigations. Namanya mulai dikenal luas setelah membintangi Don't Take My Baby karya penulis Jack Thorne pada tahun 2015. Meski peran tersebut membawanya masuk nominasi BAFTA TV Awards, ia sempat ragu memilih karier sebagai aktris penuh waktu.
Kekhawatiran tersebut muncul karena ia merasa kesempatan kerja bagi aktris berdisabilitas di industri film sangatlah minim. Oleh sebab itu, Ruth sempat memilih untuk tetap mengabdi di badan amal Whizz Kidz sebelum akhirnya fokus sepenuhnya di dunia akting atas dorongan pimpinannya.
Ruth Madeley saat mendalami peran sebagai Dr. Gabrielle 'Gabs' Fox dalam produksi serial drama The Rapture. (Foto: i Newspaper)
Pengalaman hidup tersebut mendorong Ruth Madeley untuk vokal menyuarakan kesetaraan hak bagi penyandang disabilitas di media. Menurutnya, industri hiburan tidak boleh berhenti hanya pada penyediaan peran di depan kamera semata, melainkan harus membuka ruang yang jauh lebih luas.
Baca juga:
Kisah Ruth Madeley Aktris Penyandang Spina Bifida di Being Heumann
Tuntutan Peran Strategis di Industri Film
Ruth Madeley menegaskan bahwa rumah produksi harus mulai memberi ruang bagi penyandang disabilitas untuk menempati posisi penentu kebijakan kreatif. Kehadiran pekerja disabilitas di posisi manajerial dinilai sangat krusial untuk menciptakan ekosistem kerja yang autentik dan inklusif.
Di mana para sutradara, produser, dan kepala departemen yang berdisabilitas? Saya merasa kita belum sampai di tahap yang ideal,
tegas Ruth Madeley saat mempertanyakan minimnya ruang bagi pekerja kreatif berdisabilitas.
Prinsip tersebut ia terapkan secara langsung dalam serial thriller The Rapture. Dalam serial ini, Ruth memerankan karakter Dr. Gabrielle 'Gabs' Fox, seorang psikolog klinis yang beradaptasi dengan kondisi disabilitas fisik setelah mengalami kecelakaan. Tak hanya berakting, Ruth juga mengambil peran penting di balik layar sebagai produser eksekutif.
Langkah ganda ini diambil guna memastikan bahwa pengalaman serta realitas kehidupan penyandang disabilitas digambarkan secara akurat dan tidak terjebak pada stereotip lama. Ia membawa wawasan langsung mengenai navigasi kehidupan pengguna kursi roda ke dalam skenario drama tersebut.
Inisiatif Ruth Madeley membuka cakrawala baru bagi perkembangan industri film yang ramah bagi semua kalangan. Perjuangannya membuktikan bahwa pekerja berdisabilitas memiliki kapasitas besar untuk memimpin proyek seni berskala internasional di depan maupun di belakang kamera. (Fania/Magang)
Sumber: The Guardian
