Hiburan

Pembelajaran Inklusif Berbasis Alam Bantu Anak Down Syndrome Kembangkan Potensi

Pembelajaran berbasis alam membantu anak down syndrome mengembangkan aspek sosial dan sensorik.

KamiBijak.com, Hiburan - Kegiatan belajar yang memanfaatkan lingkungan alam terbuka dinilai mampu menghadirkan pengalaman yang menarik sekaligus memberikan manfaat bagi anak-anak down syndrome. Penasihat Rumah Kreasi Anak Spesial (RKAS), Profesor Anik Djuraidah, menyampaikan bahwa metode pembelajaran yang mengedepankan pengalaman langsung di alam memiliki kontribusi besar dalam mendukung tumbuh kembang anak berkebutuhan khusus.

Pendekatan ini mampu memberikan stimulasi yang lebih komprehensif, baik dari aspek sensorik, sosial, maupun emosional anak,

kata Anik dalam kegiatan edukasi inklusif berbasis alam di IPB University, Dramaga.

Sebanyak 16 anak down syndrome bersama orang tua atau wali pendamping mengikuti proses belajar secara langsung melalui pendekatan alam. Kegiatan tersebut memadukan eksplorasi lingkungan, interaksi dengan berbagai satwa, serta pengenalan ekosistem secara nyata di lapangan.

Baca juga:

Ilmuwan Jepang Sukses Hilangkan Kromosom Penyebab Down Syndrome dengan Teknologi CRISPR

Menurut Kepala Bidang Keselamatan dan Kesehatan Kerja Kantor Manajemen Keamanan, Keselamatan, dan Perlindungan Kampus, Dr. Lina Noviyanti Sutardi, faktor keamanan dan kenyamanan peserta menjadi prioritas selama kegiatan berlangsung. Ia memastikan seluruh rangkaian acara dapat diikuti peserta dengan aman dan nyaman.

Kegiatan dimulai dengan kunjungan ke Taman Hutan Kampus. Di lokasi tersebut, peserta diperkenalkan dengan beragam jenis flora dan fauna yang hidup di kawasan itu, termasuk berinteraksi langsung dengan rusa melalui aktivitas memberi pakan. Kegiatan tersebut menjadi sarana penting untuk memberikan rangsangan sensorik sekaligus membantu menumbuhkan keberanian serta rasa ingin tahu anak.

Kegiatan ini sejalan dengan pemanfaatan kawasan kampus sebagai ruang edukasi terbuka yang inklusif dan bermanfaat bagi masyarakat,

tutur Sekretaris Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata (KSHE), Dr. Eva Rachmawati.

 

Belajar Melalui Interaksi dengan Hewan Ternak

Ilustrasi Hewan Ternak (Foto: Pemkab Bayuwangi)

Setelah itu, kegiatan berlanjut ke kandang sapi dan domba yang berada di Divisi Produksi Ternak Daging Kerja dan Aneka Ternak, Departemen Ilmu Produksi dan Teknologi Peternakan, Fakultas Peternakan.

Dalam kunjungan tersebut, peserta memperoleh kesempatan mengenal secara langsung hewan ternak beserta lingkungan peternakan sebagai bagian dari proses pembelajaran kontekstual. Mereka juga terlibat dalam praktik pemberian pakan kepada sapi dan domba.

Interaksi langsung dengan hewan ternak memberikan pengalaman yang berharga bagi peserta. Melalui kegiatan ini, anak-anak dapat lebih mengenal hewan sekaligus melatih keberanian dan rasa percaya diri mereka,

ujar dosen Teknologi Produksi Ternak, Edit Lesa Aditia.

 

Mengenal Perawatan Satwa di Rumah Sakit Hewan