Kuliner

Minyak Zaitun: Aman Dikonsumsi Setiap Hari Asal Sesuai Porsi dan Cara

Minyak zaitun aman diminum tiap hari jika sesuai porsi, bahkan memiliki manfaat jantung, antioksidan, dan perlu konsumsi seimbang.

KamiBijak.com, Kuliner - Minyak zaitun dikenal luas sebagai salah satu lemak sehat yang bermanfaat bagi tubuh, bahkan sering disebut sebagai “emas cair” dalam pola makan sehat seperti diet Mediterania. Popularitasnya bukan tanpa alasan, kandungan lemak tak jenuh tunggal serta antioksidan di dalamnya dipercaya membawa berbagai khasiat kesehatan. Namun, banyak orang bertanya apakah minyak zaitun benar-benar aman jika dikonsumsi setiap hari, terutama bila diminum langsung atau digunakan sebagai bagian dari makanan harian.

 

Lemak Baik yang Dibutuhkan Tubuh

Minyak zaitun kaya akan lemak tak jenuh tunggal, terutama oleic acid, yang telah lama dikaitkan dengan manfaat bagi kesehatan jantung. Lemak jenis ini membantu menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) dan meningkatkan kolesterol baik (HDL), yang berdampak pada penurunan risiko penyakit kardiovaskular.

Selain itu, minyak zaitun juga mengandung vitamin E, vitamin K, serta antioksidan kuat seperti polyphenol yang membantu melawan radikal bebas dan peradangan di dalam tubuh. Senyawa-senyawa ini bekerja menciptakan lingkungan yang lebih sehat secara seluler, dan bila dikonsumsi secara teratur, bisa mendukung kesehatan jantung, pembuluh darah, dan sistem imun.

 

Aman Bila Dikonsumsi Moderat

Mengenai pertanyaan “apakah boleh minum minyak zaitun tiap hari?”, jawabannya ya, aman, namun harus dengan jumlah dan cara yang tepat. Sebuah artikel dari IDN Times menyebut bahwa minyak zaitun dapat dikonsumsi setiap hari asalkan tidak berlebihan, dan porsi yang umum direkomendasikan adalah sekitar satu sampai dua sendok makan per hari.

Jumlah tersebut dinilai cukup untuk mendapatkan manfaat kesehatan tanpa menyebabkan kelebihan kalori yang signifikan. Perlu diingat bahwa minyak zaitun memiliki kalori yang cukup tinggi, sekitar 120 kalori per-sendok makan, sehingga konsumsi berlebihan bisa menyumbang asupan energi yang tak terkontrol dan berpotensi mempengaruhi berat badan.