KamiBijak.com, Hiburan - Di tengah gemerlap prestasi bulu tangkis Indonesia, dua sosok muda tengah bersinar lewat kerja keras dan semangat tanpa batas. Mereka adalah Shaskia Najla Putri Kayla (22) dan Muhammad Sayyid Az Zahiri (21), mahasiswa Universitas Bina Sarana Informasi (UBSI) Bekasi jurusan Teknologi Informasi, sekaligus atlet Tuli yang kiprahnya terus menggebrak panggung nasional hingga internasional.
Kayla: Dari Main Iseng Jadi Mesin Emas
Kayla mulai mengenal raket pada usia 10 tahun. Awalnya ia hanya bermain iseng bersama sang ayah, namun dari aktivitas sederhana itulah bakatnya tumbuh. Latihan menjadi rutinitas harian: single, double, hingga pingpong setiap sore. Selain bergabung dengan tim Tuli di GOR Delta Bekasi Timur, ia juga berlatih bersama tim umum Cikarang yang intensitasnya jauh lebih berat.
Lompatan besar Kayla terjadi pada 2016. Berkat ajakan guru ekskul SLB, ia mengikuti kompetisi nasional Tuli pertamanya dan langsung meraih juara satu single putri. Sejak itu, Kayla telah mengikuti 11 turnamen—mayoritas pulang membawa emas.
Perjalanannya tidak mulus. Kesulitan komunikasi membuat arahan pelatih kadang sulit dipahami, ditambah cedera kaki hingga bahu. Namun semangatnya tidak pernah runtuh. Pada 2018, Kayla mewakili Indonesia di Deaflympic Taiwan. Meski belum meraih podium, pengalaman itu menjadi energi baru untuk terus maju. Ia mengidolakan Tinting, Anthony Ginting, hingga Jonatan Christie—bahkan pernah meminta tanda tangan langsung dari Jojo.
