Kamibijak.com, Disabilitas - Otoritas Informasi dan Kualitas Kesehatan Irlandia (HIQA) mengambil langkah tegas terhadap sejumlah pusat layanan disabilitas yang dinilai terus gagal memenuhi standar pelayanan yang ditetapkan. Regulator tersebut sedang mengupayakan pencabutan registrasi beberapa fasilitas setelah menemukan ketidakpatuhan yang berlangsung dalam waktu lama.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan penyandang disabilitas yang tinggal di pusat layanan mendapatkan perlindungan, keselamatan, dan kualitas hidup yang layak. HIQA menegaskan bahwa kesejahteraan penghuni menjadi prioritas utama dalam setiap keputusan pengawasan yang diambil.
Hasil inspeksi menunjukkan adanya berbagai masalah serius di sejumlah pusat layanan. Temuan tersebut mencakup kelemahan dalam tata kelola, pengelolaan risiko, keselamatan penghuni, serta kualitas layanan sehari-hari. Dalam beberapa kasus, penyedia layanan telah diminta melakukan perbaikan, namun masalah yang sama masih ditemukan saat pemeriksaan lanjutan.
Sebuah rumah layanan yang dikelola oleh HSE (Health Service Executive) dan beroperasi di dua bangunan terpisah di kawasan Rumah Sakit Cherry Orchard dinyatakan mengalami ketidakpatuhan serius terhadap peraturan yang berlaku. Sumber Foto: Cyril Byrne.
Sebagai lembaga pengawas layanan kesehatan dan sosial di Irlandia, HIQA memiliki kewenangan untuk mengambil tindakan penegakan hukum jika penyedia layanan tidak mematuhi regulasi yang berlaku. Salah satu tindakan paling berat adalah pencabutan registrasi, yang berarti sebuah fasilitas tidak lagi diizinkan beroperasi sebagai pusat layanan resmi.
Menurut HIQA, proses menuju pencabutan registrasi tidak dilakukan secara langsung. Sebelum mengambil langkah tersebut, regulator biasanya memberikan kesempatan kepada pengelola untuk memperbaiki kekurangan yang ditemukan. Proses itu meliputi inspeksi berulang, pemberian peringatan, hingga permintaan rencana tindakan perbaikan.
Namun, apabila ketidakpatuhan terus terjadi dan berpotensi membahayakan penghuni, HIQA dapat mengajukan langkah hukum untuk menghentikan operasional fasilitas tersebut. Tindakan ini dianggap perlu demi menjaga standar pelayanan dan melindungi hak penyandang disabilitas.
Meski demikian, HIQA menegaskan bahwa sebagian besar pusat layanan disabilitas di Irlandia telah menunjukkan kinerja yang baik. Banyak penyedia layanan terus meningkatkan kualitas dukungan bagi penghuni dengan menerapkan pendekatan yang menghormati hak asasi manusia dan kebutuhan individu.
Baca Juga :
https://kamibijak.merahputih.com/v/kisah-inspiratif-model-disabilitas-asal-irlandia
Data sebelumnya menunjukkan bahwa regulator telah beberapa kali menggunakan kewenangan penegakan hukum terhadap fasilitas yang bermasalah. Dalam sejumlah kasus, pusat layanan yang gagal melakukan perbaikan akhirnya kehilangan registrasi dan pengelolaannya dialihkan untuk memastikan penghuni tetap menerima layanan yang aman.
HIQA menekankan bahwa tujuan utama dari langkah ini bukan untuk memberikan hukuman kepada penyedia layanan, melainkan memastikan setiap penyandang disabilitas memperoleh lingkungan yang aman, bermartabat, dan mendukung kehidupan yang lebih baik. Dengan pengawasan yang lebih ketat, regulator berharap kualitas layanan disabilitas di Irlandia dapat terus meningkat dan memberikan perlindungan maksimal bagi seluruh penghuni.
Baca Juga :
Upaya ini juga menjadi pengingat penting bahwa layanan disabilitas harus selalu berorientasi pada kebutuhan individu, keselamatan, serta penghormatan terhadap hak-hak penyandang disabilitas. Dengan standar yang konsisten dan pengawasan yang kuat, kualitas pelayanan diharapkan semakin baik di masa mendatang. (Restu)
Sumber : Irish Medical Times
