KamiBijak.com, Hiburan - Ada banyak sekali contoh penyandang disabilitas yang meraih kesuksesan di bidangnya masing-masing. Baik yang ada di Indonesia, maupun di seluruh dunia, ada beberapa tokoh disabilitas yang sangat menginspirasi dengan prestasinya.
Menurut PBB, di dunia ini ada sekitar 15 persen atau kurang lebih 1 miliar orang disabilitas. Kondisi tersebut sering membuat mereka mendapatkan perlakuan diskriminatif. Padahal sama seperti orang non-disabilitas, para penyandang disabilitas juga bisa bebas berkreasi. Berikut ini adalah beberapa sosok disabilitas yang sukses di bidangnya, dilansir dari laman Huffington Post dan Success Story (2018).
1. Stephen Hawking
Stephen Hawking (Foto: The Atlantic)
Stephen Hawking dikenal sebagai salah seorang fisikawan terkenal yang telah meninggal dunia pada 14 Maret 2018 silam. Ia mengidap Amyotrophic Lateral Sclerosis atau ALS, yaitu sebuah penyakit saraf yang 90 persen penyebabnya belum dapat diketahui hingga saat ini. ALS menyerang bagian sel-sel saraf yang berperan mengontrol gerakan, sehingga penderitanya mengalami kesulitan untuk menggerakkan lengan, kaki, dan wajah.
Semasa hidupnya, Hawking membedah lebih dalam soal teori relativitas Albert Einstein bahwa ruang dan waktu memiliki awal dan akhir yang pasti. Hal tersebut kemudian memicu lahirnya teori yang menyebutkan bahwa black hole tidak sepenuhnya hitam, melainkan sesuatu yang memancarkan radiasi dan nantinya menghilang.
2. Stevie Wonder
Stevie Wonder (Foto: TV Tropes)
Hingga saat ini, nama penyanyi dan pianis kondang ini masih terus dibicarakan. Bukan hanya soal karyanya, namun juga semangatnya yang menunjukkan bahwa sebagai seorang disabilitas netra, ia tidak pernah membatasi dirinya dalam berkarya.
Stevie Wonder awalnya mulai berkarya sejak 1980-an silam. Salah satu lagunya yang paling populer adalah 'I Just Call to Say I Love You'. Setelahnya, ia tetap mengeluarkan album barunya hingga tahun 2000-an.
Selama perjalanan bermusiknya, Stevie Wonder berhasil meraih 22 penghargaan dari Grammy Awards. Nama Stevie Wonder juga telah masuk dalam jajaran Hall of Fame.
Baca juga:
Selain Niatus Sholihah, Berikut Daftar Tokoh Disabilitas
3. Helen Keller
Hellen Keller (Foto: The Dot Experience)
Kondisinya sebagai seorang disabilitas netra dan tuli tidak lantas membuat seorang Helen Keller berhenti berkarya. Wanita kelahiran Amerika Serikat pada 27 Juni 1880 itu berhasil membuktikan kepada dunia bahwa semua manusia lahir dengan kondisi yang berbeda, lengkap dengan kelebihannya masing-masing.
Helen terus membuktikan bahwa ia mampu berkarya sama seperti orang lainnya. Ia juga diketahui sukses sebagai penulis, aktivis politik, dan dosen. Ia juga kerap aktif menyuarakan soal pentingnya menghargai orang-orang disabilitas.
4. Frida Kahlo
Frida Kahlo (Foto: History and Biography)
Frida Kahlo, seorang pelukis asal Meksiko ini sudah mengidap polio sejak usianya masih 6 tahun. Kondisi ini membuat kaki kanannya lebih kecil daripada kaki kirinya. Meski demikian, sang ayah dengan penuh kasih terus mendorongnya untuk bisa beraktivitas seperti biasa, seperti dengan bermain sepakbola, berenang, bahkan bergulat.
Saat menginjak usia remaja, ia sempat mengalami kecelakaan, ia tertabrak dan hal itu membuat beberapa tulangnya patah. Di dalam masa pemulihannya, ia memilih untuk menghabiskan waktu dengan melukis dirinya sendiri.
Aku melukis diriku sendiri karena aku sering sendiri dan subjek terbaik yang aku tahu adalah diriku sendiri,
ucap Kahlo dalam sebuah kesempatan seperti dilansir di laman pribadinya.
5. Ludwig van Beethoven
Ludwig van Beethoven (Foto: Dallas Symphony Orchestra)
Ludwig van Beethoven dikenal sebagai salah seorang pianis dan komposer terbaik sepanjang sejarah. Hingga usia 20 tahun, pendengarannya masih bagus dan ia menciptakan berbagai komposisi musik yang begitu indah. Di usia 30, kariernya juga tampak baik meskipun ada gangguan pendengaran yang mulai ia rasakan.
Sekitar 3 tahun terakhir, pendengaranku mulai melemah,
tulis Beethoven dalam sebuah surat di usia 30 tahun ke temannya.
Hingga di usia 42 tahun, ia masih bisa mendengar beberapa suara dan musik. Namun, ketika menginjak usia 44 tahun, ia benar-benar tidak bisa mendengar lagi. Meski begitu, ia masih bisa membayangkan bagaimana suara musik dalam pikirannya. Di 10 tahun terakhir dalam hidupnya, ia berhasil menciptakan banyak karya memukau. Salah satu yang legendaris adalah 'Grosse Fuge, Op. 133'.
(Irene)
Sumber: liputan6.com
