KamiBijak.com, Kuliner - Industri kuliner rumahan terus menjadi peluang yang menjanjikan di Indonesia, terutama di tahun 2026 ketika konsumen semakin mencari lauk matang yang lezat, praktis, dan terjangkau. Dengan modal relatif kecil dan bahan baku mudah diperoleh, berbagai jenis lauk matang rumahan memiliki potensi untuk menjadi usaha yang laris manis dipasaran, baik dijual secara offline maupun melalui platform digital seperti marketplace.
Salah satu lauk matang yang sangat populer adalah ayam ungkep bumbu kuning. Ayam yang dimasak dengan bumbu rempah hingga empuk kemudian dibekukan ini sangat digemari karena mudah disimpan dan siap digoreng kapan saja. Produk ayam ungkep memiliki daya simpan yang lebih lama serta cocok untuk segmen ibu rumah tangga dan pekerja yang mencari lauk siap saji berkualitas.
Ilustrasi Ayam Ungkep Bumbu Kuning. (Foto : Dok.Yummy)
Selain ayam ungkep, pilihan tahu dan tempe bacem juga sangat menjanjikan. Tahu dan tempe bacem merupakan lauk tradisional dengan rasa manis dan gurih yang akrab di lidah masyarakat Indonesia. Modal yang dibutuhkan relatif rendah, sementara bahan-bahannya mudah ditemukan di pasar lokal. Jika dibungkus dalam kemasan menarik, tahu dan tempe bacem bisa menjadi favorit pelanggan yang ingin menikmati lauk rumahan dengan cita rasa klasik.
Olahan tempe lain yang tak kalah menarik adalah oseng tempe kecap atau orek tempe. Hidangan ini mudah dimasak, bergizi, dan memiliki rasa yang khas. Versi orek tempe kering juga memiliki keunggulan sebagai lauk yang tahan lama, sehingga cocok untuk dijual dengan kemasan kecil sebagai lauk pendamping nasi atau sebagai snack.
Perkedel tahu atau kentang adalah ide lain yang patut dipertimbangkan. Lauk ini memiliki tekstur lembut di dalam dan renyah di luar, serta cocok dinikmati sebagai lauk pendamping atau camilan. Dengan kemasan yang menarik, perkedel bisa dipasarkan ke berbagai segmen konsumen, termasuk anak sekolah atau pekerja kantoran.
